Jumat, 10 Juni 2011

PENGERTIAN & HUKUM ILMU TAJWID

► Tajwid

Arti bahasa : Memperindah sesuatu
Arti istilah : Ilmu tentang kaidah (makhraj & sifatnya) serta cara-cara membaca Al-
Quran dengan baik dan benar
Tujuan : Memelihara bacaan Al-Quran dari kesalahan dan perubahan serta
memelihara lisan (mulut) dari kesalahan membaca
Hukumnya : Belajar ilmu tajwid itu hukumnya fardlu kifayah,
sedang membaca Al-Quran dengan baik (sesuai dengan ilmu tajwid)
itu hukumnya Fardlu ‘Ain

Dalil wajib mempraktekkan tajwid dalam setiap pembacaan Al-Qur’an :

1. Dalil dari Al-Qur’an
Firman Allah s.w.t. :
∩⊆∪ ¸ξ‹Ï?ös? tβ#u™öà)ø9$# È≅oÏ?u‘uρ
Artinya : Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan/tartil (bertajwid) [Q.S. Al-
Muzzammil (73): 4].
Ayat ini jelas menunjukkan bahwa Allah s.w.t. memerintahkan Nabi s.a.w. untuk
membaca Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dengan tartil, yaitu memperindah
pengucapan setiap huruf-hurufnya (bertajwid).
Firman Allah s.w.t. yang lain :
∩⊂⊄∪ Wξ‹Ï?ös? çμ≈oΨù=¨?u‘uρ
Artinya : Dan Kami (Allah) telah bacakan (Al-Qur’an itu) kepada (Muhammad s.a.w.)
secara tartil (bertajwid) [Q.S. Al-Furqaan (25): 32].
Oleh : Abuzaky Tuntunan Tahsin & Kaidah Tajwid
Pustaka Zaky & Wimba 5 dari 40

2. Dalil dari As-Sunnah
Dalam hadits yang diriwayatkan dari Ummu Salamah r.a. (istri Nabi s.a.w.), ketika
beliau ditanya tentang bagaiman bacaan dan sholat Rasulullah s.a.w., maka beliau
menjawab :
’©=y¹ $oΒ o‘ô‰s% ãΠ$sΨoƒ ¢ΜèO eÄ’=yÁçƒ yβ$s2 çμo?¤ξy¹oρ ôΜè3s9 $oΒ ôMs9$s)sù
’©=y¹ $oΒ o‘ô‰s% ãΠ$sΨoƒ ¢ΜèO yΠ$oΡ $oΒ o‘ô‰s% eÄ’=yÁム¢ΜèO
$¸% ôym$¸% ôym ¸ο y¢¡sãΒ ¸οo™#oÉ% ãMoè÷Ψs? y’Éφ #sOEÉ*sù èμs?y™ #oÉ% ôMsFyèsΡ ¢ΜèO yxÉ6ôÁçƒ ’¨Fym
Artinya : "Ketahuilah bahwa Baginda s.a.w. sholat kemudian tidur yang lamanya
seperti ketika beliau sholat tadi, kemudian Baginda kembali sholat yang lamanya
sama seperti ketika beliau tidur tadi, kemudian tidur lagi yang lamanya sama seperti
ketika beliau sholat tadi hingga menjelang shubuh. Kemudian dia (Ummu Salamah)
mencontohkan cara bacaan Rasulullah s.a.w. dengan menunjukkan (satu) bacaan yang
menjelaskan (ucapan) huruf-hurufnya satu persatu." (Hadits 2847 Jamik At-
Tirmizi)
Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abdullah Ibnu ‘Amr, Rasulullah s.a.w. bersabda:
BŠ÷θçèô¡yΒ Ä⎯÷/ «!#ɉ÷6Eã ô⎯ÉΒ Bπsèo/ ÷‘m& ô⎯ÉΒ $sβm& ÷à)ø9# #ρà‹èz
D=÷ès2 Ä⎯÷/ dÄ‘o/é& yρ @≅y6y Ä⎯÷/ ÉOE$oèãΒyρ ΜCÉ9$y™yρ
Artinya : "Ambillah bacaan Al-Qur’an dari empat orang, yaitu: Abdullah Ibnu Mas’ud,
Salim, Mu’az bin Jabal dan Ubai bin Ka’ab." (Hadits ke 4615 dari Sahih Al-Bukhari).

3. Dalil dari Ijma' Ulama
Telah sepakat para ulama sepanjang zaman sejak dari zaman Rasulullah s.a.w. sampai
dengan sekarang dalam menyatakan bahwa membaca Al-Qur’an secara bertajwid
adalah suatu yang fardhu dan wajib. Pengarang kitab Nihayah menyatakan :
"Sesungguhnya telah ijma’ (sepakat) semua imam dari kalangan ulama yang dipercaya
bahwa tajwid adalah suatu hal yang wajib sejak zaman Nabi s.a.w. sampai dengan
sekarang dan tiada seorangpun yang mempertikaikan kewajiban ini."


KEBIASAAN UMUM YANG PERLU DIPERBAIKI

1. VOKAL YANG TIDAK SEMPURNA

۞ KEBIASAAN UMUM YANG SALAH :

Vokal A – I – U yang tidak jelas, karena mulut sering dikulum ketika membaca Al-Qur’an.

► CARA MENGATASINYA :
Vokal harus sempurna, yaitu :
• Membuka mulut dengan sempurna ketika membaca huruf berharakat fathah [ o ]
• Menurunkan bibir bawah ketika membaca huruf berharakat kasrah [ Ï ]
• Memonyongkan bibir dengan sempurna ketika membaca huruf berharakat dhammah [ ç ]

2. KETIKA MEMBACA HURUF SUKUN SUARA SERING MANTUL
۞ KEBIASAAN UMUM YANG SALAH :

Pantulan suara sering terjadi karena ketika mengucapkan huruf sukun tergesa-gesa, sehingga
makhraj terlepas sebelum mengucapkan huruf berikutnya.

► CARA MENGATASINYA :
Lidah/bibir ditekan dengan lembut ke langit-langit, kemudian dilepaskan dari makhrajnya
bersamaan dengan pengucapan huruf berikutnya.

3. TIDAK KONSISTEN DALAM MEMBACA MAD 2 HARAKAT
۞ KEBIASAAN UMUM YANG SALAH :

Membaca 2 (dua) harakat sering terlalu pendek atau terlalu panjang. Hal ini terjadi karena :
• Perhatian lebih besar terhadap lagu, sehingga panjang/pendeknya kurang diperhatikan
• Ragu-ragu terhadap huruf yang akan dibaca berikutnya, sehingga memanjangkan huruf
sebelumnya

► CARA MENGATASINYA :
Ayun suara, untuk huruf yang mempunyai 2 harakat.
Ayun suara ketika menemukan tanda-tanda panjang berikut :
…ã& ρÛ ⎯Ïμ “Å 4 o #o
Oleh : Abuzaky Tuntunan Tahsin & Kaidah Tajwid
Pustaka Zaky & Wimba 7 dari 40

4. TERGESA-GESA SEWAKTU MEMBACA HURUF GHUNNAH
۞ KEBIASAAN UMUM YANG SALAH :

Karena ketidaktahuan makna ghunnah, membacanya sering tidak ditahan dahulu (sering terlalu
cepat/langsung ke huruf berikutnya)

► CARA MENGATASINYA :
Tahan suara lebih lama, ketika membaca huruf ghunnah.
[Sebagian ulama qira’at menetapkan dengan cara membuka/menutup 3 (tiga) jari yang tidak
terlalu cepat dan tidak terlalu lambat]
Tahan suara ketika mengucapkan huruf-huruf berikut :
Kecuali :
Ketika ÷β / î > ´ bertemu dengan huruf-huruf : ™ δ í y ø ˆ Α ‘ maka
dibaca langsung dan tanpa ghunnah.

AYAT-AYAT GHARIBAH (ASING)
a. Sajdah [ ÷οt‰÷ft™ ]
Apabila membaca atau mendengar ayat-ayat ini, di-sunnah-kan untuk melakukan sujud
tilawah.
Sujud tilawah di-sunnah-kan baik di dalam atau di luar shalat. Disyaratkan menghadap kiblat,
suci dari hadats, boleh di awali dari berdiri atau duduk, boleh dengan atau tanpa membaca
takbiratul ihram.
Bacaan sujud tilawah (ada beberapa – tapi yang paling mudah adalah) :
ÇÚö‘F{$#†Îû$tΒuρ ÏN≡uθ≈yϑ¡¡9$# ’Îû $tΒ ¬! t‰tft™
Artinya : Bersujud kepada Allah sajalah segala apa yang berada di langit dan semua yang ada
di bumi
Di dalam Al-Qur’an ada 15 ayat sajdah yang menunjukkan perintah sujud tilawah. Di mushaf
Madinah biasa diberi tanda dan di akhir ayat bertanda ).
Contoh : [QS. Al-‘Araaf 7 : 206]
∩⊄⊃∉∪ ) šχρ߉àfó¡o„ …ã&s!uρ …çμtΡθßsmÎ6|¡ç„uρ ⎯ÏμÏ?yŠ$t7Ïã ô⎯tã tβρçÉ9õ3tGó¡o„ Ÿω šnÎ/u‘ y‰ΖÏã t⎦⎪Ï%©!$# ¨βÎ)
b. Isymam [ ôΠ$tϑõ©Í) ]
Isymam adalah menampakkan dhammah terbuang dengan isyarat bibir (Isymam harus
melihat gerakan mulut/bibir guru). Di dalam Al-Qur’an hanya terdapat di QS. Yusuf 12 : 11.
Contoh : [QS. Yusuf 12 : 11]
∩⊇∪ tβθßsÅÁ≈oΨs9 …ã&s! $¯ΡÎ)uρ y#ß™θム4’n?tã $¨Ζ0Βù's? Ÿω y7s9 $tΒ $tΡ$t/r'¯≈tƒ (#θä9$s%
Cara membacanya : Tahan ~ monyong ~ senyum ~ lepas ke huruf nun
Oleh : Abuzaky Tuntunan Tahsin & Kaidah Tajwid
Pustaka Zaky & Wimba 35 dari 40

c. Imalah [ øπs9$sΒÍ) ]
Imalah adalah membaca huruf berharakat fathah yang dimiringkan ke kasrah. Di dalam Al-
Qur’an hanya terdapat di QS. Hud 11 : 41.
Contoh : [QS. Hud 11 : 41]
∩⊆⊇∪ ×Λ⎧Ïm§‘ Ö‘θàtós9 ’nÎ1u‘ ¨βÎ) 4 !$yγ8y™öãΒuρ $yγ11øgxΧ «!$# ÉΟó¡Î0 $pκÏù (#θç7Ÿ2ö‘$# tΑ$s%uρ
Cara membacanya : dibaca …majréhaa…

d. Tashil [ ã≅÷ŠÄγô¡s? ]
Tashil adalah membaca hamzah dengan suara tidak jelas sehingga mirip ha, dengan tujuan
agar lebih mudah. Di dalam Al-Qur’an hanya terdapat di QS. Fushshilat 41 ; 44.
Contoh : [QS. Fushshilat 41 ; 44]
3 @’Î1ttãuρ @‘Ïϑygõƒ−#u™ ( ÿ…çμçG≈tƒ#u™ ôMn=ÅÁèù Ÿωöθs9 (#θä9$s)©9
Cara membacanya : dibaca aha’jamiyyuu…

e. Naql [ ã≅ø)tΡ ]
Naql adalah memindahkan harakat hamzah pada huruf sebelumnya. Di dalam Al-Qur’an
hanya terdapat di QS. Al-Hujurat 49 : 11.
Contoh : [QS. Al-Hujurat 49 : 11]
4 Ç⎯≈yϑƒM}$# y‰÷èt/ ä−θÝ¡àø9$# ãΛôoeeω$# }§ø♥Î/
Cara membacanya : dibaca ãΛô¡Ï=|¡ø♥Î/

f. Nun Wiqayah [ øπtƒ$s%Íθø9#ãβôθàΡ ]
Nun Wiqayah adalah nun yang harus dibaca kasrah ketika tanwin ketemu hamzah washal,
agar tanwin tetap terjaga. Di dalam Al-Qur’an terdapat di banyak tempat.
Contoh : [QS. Al-‘Araaf 7 : 164]
( #Y‰ƒÏ‰x© $\/#x‹tã öΝåκæ5jÉ‹yèãΒ ÷ρr& öΝßγä3Î=ôγãΒ ª!$# $·Βöθs% tβθÝàÏès? zΝÏ9 öΝåκ÷]iÏΒ ×π¨Βé& ôMs9$s% øOEÎ)uρ
Cara membacanya : apabila washal dibaca ª!$#Éβ$tΒöθs%
Oleh : Abuzaky Tuntunan Tahsin & Kaidah Tajwid
Pustaka Zaky & Wimba 36 dari 40

g. Shifrul Mustadir [ ã÷ƒÉ‰tFô¡ãϑø9# ãôÅcÁ9# ]
Shifrul Mustadir adalah bulatan sempurna [ ◦ ] yang diletakkan di atas huruf mad, yang
menunjukkan bahwa mad tersebut tidak dibaca panjang, baik ketika washal ataupun waqaf. Di
dalam Al-Qur’an terdapat di banyak tempat.
Contoh : [QS. Al-Baqarah 2 : 5]
∩∈∪ šχθßsÎ=øßϑø9$# ãΝèδ y7Íׯ≈s9'ρé&uρ ( öΝÎγnÎ/§‘ ⎯iÏΒ “W‰èδ 4’n?tã y7Íׯ≈s9'ρé&

h. Shifrul Mustathilul Qaim [ ÷ΝÏ$t)ø9# ã≅÷ŠÉÜtFô¡ãϑø9# ãôÅcÁ9# ]
Shifrul Mustathilul Qaim adalah bulatan lonjong tegak [ o ] yang diletakkan di atas huruf
mad. Mad tersebut tidak dibaca panjang ketika washal, namun dibaca panjang ketika waqaf
baik di tengah atau di akhir ayat. Di dalam Al-Qur’an terdapat di banyak tempat.
Contoh : [QS. Al-Kafirun 109 : 4]
∩⊆∪ ÷Λ–n‰t6tã $¨Β Ó‰Î/%tæ O$tΡr& Iωuρ

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar